Tuhan tentang Dia

Hanya 3/4 gelas yang kuminum

dari segelas teh hangat sedikit gula

yang kupesan di warung kopi pinggiran

Tidak sesantai biasanya

Entah setelah bersila di angkringan

dengan segelas teh lagi yang pasti kupesan

apa yang kurasakan

Sepertinya malam nanti aku mengadu

pada Tuhan

dan mengajaknya diskusi

sembari minum teh racikanku

dengan gula yang lebih banyak

dari biasanya

Aku bertanya,

“Bagaimana Tuhan, mengenai dia?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s