Penunggang Awan

Seperti yang Kau katakan,

hujan mengantarnya padaku

sebelum aku pulang dari rumahMu

 

Seperti yang kurasakan

ketika aku menerobos

rintikan-rintikan penunggang awan

yang tak sanggup kuhitung

 

Dia sudah di depan pintu

menungguku pulang dari rumahMu

dan ketika aku kembali

Aku dan dia

mengecup bibir cangkir teh hangat

racikanMu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s