Teh Panas, Rintik dan Terik

Rintik hujanMu tak saling bergandengan

seperti biasanya,

memberi celah pada terik matahari

untuk memberi kegerahan tubuh

 

Kesalahanku,

di rintik nan terik ini aku menyempatkan

memesan teh panas,

kuulangi  -teh panas!-

 

Sedikit aku ingin bercerita padaMu

di sore rintik nan terik ini

Seperti kata penyair Gibran,

“Bangun di fajar pagi seringan hati di awan,

istirahat di terik siang

merenungi puncak getaran cinta,

pulang di kala senja

dengan penuh rasa syukur

dalam rongga dada…”

Sebelumnya aku ingin menyampaikan

bahwa sebelum senja semakin pekat

aku telah bersyukur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s