Mungkin

Coklat panas terseduh

sebagai pengganti teh

yang selalu tersedia

di samping ini,

Seperti ketika kamu

beranjak pergi

(mungkin) sementara

dari mata yang ada padaku

Dan saat itu pula,

wanita-wanita di antaramu

beranjak ke antaraku

 

Aku cukup tersenyum,

ketika dirimu beranjak

dan hal itu

cukup membantuku

untuk tahu,

mengeliminasi,

tak langsung

bahwa memang

kamu bukan untukku

Hingga aku tak repot

menyeleksi seluruh wanita

yang ada

 

Aku banyak tersenyum

ketika menulis alinea-alinea hangat

yang dikucurkan dari pikiranku

ketika ini

 

Hingga (mungkin) kamu kembali

karena tali yang disambungkan Tuhan

padamu saat itu untukku

Dan

aku tetap bisa tersenyum

untukku dan kamu

Meski saat ini

aku menyeduh coklat panas

tanpamu,

teh hangat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s