Aku Bertanya

Ketika hari-hari

sebelum cerah

bagiku itu

terjadi

Aku berpikir

ada apa akan

hari itu

Apa yang dipersiapkanNya

untukku

Bahkan aku tak sanggup

melihat di taman mimpi

seberapa besar hadiah

dariNya

 

Lalu sesekali

aku melihat kebelakang

mengalur kisah hingga

kini

 

Dan kembali…

 

Aku melihat dia

 

Seperti yang kubilang

dahulu

Ini terjadi berkali-kali

Lalu…lalu…

aku bertanya-tanya kembali

padaMu

Siapa dia sebenarnya

benarkah dia adalah

rusukku

yang Kau ambil

sewaktu aku

tidur siang kala

itu

Dan kau ciptakan dia

dengan kemiripan

perilaku dan sifatku

Meski jasadnya bukanlah

cermin dariku,

(*tertawalah)

tapi mata itu?

Jelaskan padaku

di sepertiga malam ini

 

Buat Kita nyaman

dalam pertemuan kala itu

Dinginkan secangkir teh

mengepul itu

sebelum kureguk

dalam rongga dada kering

Tolong beritahu aku

yang tak kuketahui

Advertisements

Lelaki Perangkai Kejanggalan

Aku menunggu cukup

untuk waktu beberapa

putaran detak jam

Untuk menuliskan

rangkaian alinea

 

Aku menyampaikan

sesuatu yang kadang kala

penuh dengan kejanggalan

yang membuat kalian

bertanya

dan menganggap

apa yang kurasa adalah

salah

meski suatu masa

yang bersamaan

(mungkin)

hal itu adalah

benar adanya

 

Seperti ketika

aku menyampaikan

suatu kejanggalan-kejanggalan

teori-teori busuk

penampar pipi

para cendekiawan

 

Jangan ikuti

apa yang kusampaikan

kataku,

karena akan membuatmu

jauh dari yang dinamai

pintar

 

Dan jangan pula ikuti

apa yang kuutarakan

karena akan membawamu

jauh dari yang dinamai

logika

 

Atau mungkin kalian

lebih mendengar dan takluk

dengan rangkaian

alinea janggal

Yang mungkin membawamu

pada suatu pandangan

di sudut langit

hingga dapat melihat

sosok dari berbagai sisi

 

Tersenyumlah kawan

ketika kalian diperolok

karena kejanggalan kalian

Karena membawamu pada

suatu perubahan baru

dengan rasa yang berbeda

 

Seperti ketika kalian

temukan rasa baru

pada minuman dingin

favoritmu

Dan seperti pula

aku menemukan

teh kemasan

dengan aroma jambu

kala itu

 

Kita selalu baru

dan sebarkan rasa baru kalian,

berbanggalah

dengan aromamu

Siang Ini

Seperti biasa

memesan teh dingin

setelah mengisi perut

pada warung sebelum

pertigaan jalan

 

Seperti biasa juga

membaca koran baru

yang telah usang

terjamah orang sebelumku

 

Apa yang kubaca

melainkan hanya

iseng belaka

 

Hey kamu

yang di sana

apa yang kamu lakukan

di waktu yang sama

atas yang  kulakukan saat ini,

di sini

Cari

Lelah dan mengantuk

di awal malam

Dan membawa pada

suatu alam

setengah sadarku

menemukanmu

 

Di sini hujan

deras

dan aku berada

di antara rintiknya,

temukan aku di sana

bisakah?

 

Bukankah kita seringkali bertemu

ketika

saling menyampaikan

doa kebahagiaan

 

Seperti saat itu

kita berada dalam

satu diskusi

denganNya malam itu

sebelum  beranjak tidur

 

Aku berhenti

hingga alinea ini

Cari

apa yang tak

biasa pada cerita

malam ini