Lepas

Malam

dan saya baru saja

berdialog denganNya

berdiskusi tentangnya

 

Seperti yang kurasa

teh yang kuseduh

masih kurang

sebagai kawan pendamping

diskusi dengan Pemilik hati manusia

Aku ingin menyeduh teh lagi

di malam dingin,

kota kecilku,

karena diskusi ini begitu asik,

semakin asik

 

Tengah pembicaraan

aku sempat bertanya

bahwa

benarkah aku sedang meminta dia

ataukah aku sedang memburu dia?

 

Sebelum aku meneruskan

pertanyaan lebih

Aku menyisipkan doa

untuknya

.

.

(hening)

.

.

lalu aku lega

 

Sepertinya Tuhan menjawab

bahwa aku sedang melepas,

melepas dia

untuk kudapati hatinya

 

Benar aku lega,

kurasa mendoakannya

melepas segala keraguan

dan mendekatkan

antara

hatiku dan hatinya

 

Jadi,

(kuteruskan obrolanku)

Tuhan,

kulepas saja dia

untuk kudapati dia

ketika Engkau menyampaikan

kasih sayangMu

melalui dia,

untukku

Semoga dia benarlah

mempelai untukku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s