Ngobrol dengan Tuhan

Baru pukul sembilan kurang seperempat malam,

dan tadi sekitar pukul tujuh

aku membeli teh kotak

penenang jiwakah

ataukah

pendampingku ngobrol denganMu

lalu apa yang akan kusampaikan

seperti yang ingin kusampaikan

padaMu

di sepertiga malam terakhir nanti

 

Jadi seperti biasakah

aku membicarakan tentang kehidupan

yang Kamu titipkan

dan…

sekaligus membicarakan tentangnya

aku harap Kamu tidak bosan

Bukankah Kamu meyakinkanku

berkali-kali

bahwa diriMu mengiyakanku

mengenainya

jika aku tak meragukanMu,

maka aku meyakiniMu

mengenai harapan-harapanku

yang kugenggamkan; kusemayamkan padaMu

 

Oh ya… oh ya…

bangunkan aku nanti pukul tiga

sementara aku kemaren bangun di waktu itu

lalu aku tertidur lagi

dan bangun ketika matahari di atas lambaianku

Tolong bangunkan aku

agar kita dapat berdiskusi lagi

tentang hidup